Tentang PPTQ-ZAMZAM

Selayang pandang berdirinya Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Zam-zam Al-Ikhlas (PPTQ-ZAM-ZAM), berawal dari niat tulus H Husain Saide beserta keluarga, beliau berniat bahwa jika mereka dianugerahi seorang putra, maka dia akan menjadikan putranya seorang Al-Hafidz yang bisa menghapal Al-Qur'an. Namun niat tulus tersebut tidak sesuai apa yang telah diinginkan oleh H Husain.

Suatu ketika H Husain berbincang-bincang dengan Drs. H. Amirullah Amri, MA.
*H Husain bertanya kepada Drs. H. Amirullah Amri, MA : "Ustadz Andaikan saya mempunyai anak laki-laki, maka saya akan menjadikan putra saya seorang Al-Hafidz yang bisa menghapal Al-Qur'an, namun hal demikian Allah berkehendak lain". Ust Amirullah Amri menjawab : "Pak Haji, kalau ingin mempunyai seorang putra yang bisa menghafal Al-Qur'an, buatlah sebuah lembaga penghafal Al Qur'an, disamping kita sudah mempunyai seorang putra yang bisa menghafal Al-Qur'an, Amal Jaariyahpun mengalir kepada Pak Haji beserta keluarga berkat niat tulus pak haji yang peduli terhadap masyarakat yang senantiasa "Membumikan Al-Qur'an".

Usulan tersebut diterima dengan baik oleh H Husain, dan H Husain pun berniat untuk mendirikan sebuah lembaga penghafal Al-Qur'an (Tahfidzul Qur'an) yang dibantu Oleh : Drs. H. Amirullah Amri, MA, Drs. K.H. Hasan Basri, DR. Syamsu Alam Usman, MA., H. Azhar Tamanggong, MA., dll. Dalam mendirikan lembaga Tahfidzul Qur'an. Maka H Husain menamakan lembaga tersebut "Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Zam-zam Al Ikhlas" , kata Zam-zam diambil dari nama perusahaan beliau yakni Grand Zam-zam, dan kata Al-Ikhlas bahwa niat tulus beliau dalam mendirikan Pondok Tahfidz tersebut semata-mata Ikhlas karena Allah SWT dan semoga dengan keikhlasan beliau mampu berbuah pahala Jariyah bagi Haji Husain beserta keluarga, dan para pengurus PPTQ-ZAM-ZAM AL-IKHLAS. Aamiin.. aamiiin Yaa Robbal 'Alamiin..! (**S.A**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar